25.12.11

Noetic Science : We Are the Master of Our Universe

   Post lagi setelah hampir sebulan kawan kawan ._.v ya, saya memang bukan tipe orang yang pinter bercerita, jadi ya gini. Blog paling keiisi sebulan sekali u.u tapi aku berniat nambahin frekuensinya, sekalian latian nulis cerita gitu, siapa tau berguna ._.v oh yeah. Stop that.
   By the way, merry Xmas (buat temen-temen yang ngerayain) dan happy school holiday yah, have a nice one, cause I'm going to have mine ;) oke, kalo mau jujur-jujuran nih ya, sebenernya aku nggak begitu yakin liburan ini bisa enak. Lha hari pertama aja udah hujan deres gitu, gimana hari lain u.u tapi kan nggak boleh pesimis, ntar kejadian beneran tuh. Karena, akhir-akhir ini ditemukan bahwa pikiran manusia bisa mempengaruhi alam semesta! Lho kok bisa?
   Pertamanya aku juga rada gak percaya. Um, emang sebenernya aku ini rada skeptis, tapi kan idenya emang rada gimana gitu. Aku baca ide itu di novelnya Dan Brown yang berjudul The Lost Symbol. Oke, sebenernya yang jadi pusat dari novel itu bukan ilmu Noetic, tapi perkumpulan Freemason dan berbagai macam simbologi. Tapi, entah kenapa aku lebih penasaran sama ilmu Noetic nya (sekalipun aku nggak menyangkal kalo aku kadang nge search tentang Freemason lho yaa) yang menurutku agak kontroversial dan gak logis. Adakah kehidupan sesudah meninggal? Adakah yang mendengar doa-doa kita? Apa manusia bisa menyembuhkan orang sakit dengan tangan kosong? Apa pemikiran manusia mempengaruhi wujud fisik benda lain? Ya. Pertanyaannya emang sedikit "frontal" dan rada mengusik iman. Tapi, kalo dipikir-pikir, pertanyaan itu masuk akal. Salah satu contohnya dalam Islam adalah mukjizat Nabi Isa a.s yang dipercaya bisa menyembuhkan orang sakit. Kalo menurut ilmu Noetic, hal itu bisa terjadi. Seperti yang diungkapkan Katherine Solomon di saat dia berdiskusi sama Dean Galloway yang mengungkit tentang kekuatan doa.
   "Saya sadari", ujar Katherine, "bahwa pengobatan modern mengolok-olok dukun dan penyembuh, tapi saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri.  Kamera-kamera CCD saya jelas memotret lelaki ini sedang mentransmisikan medan energi yang besar dari ujung-ujung jari tangannya... dan secara harfiah mengubah susunan sel pasiennya.  Jika itu bukan kekuatan seperti-tuhan, saya tidak tahu lagi."
   Bukankah hal ini bisa menjelaskan tentang mukjizat Nabi Isa a.s? Di saat ada seorang yang sakit, Nabi Isa a.s menyembuhkannya dengan berdoa kepada Allah SWT. Beliau belajar bagaimana menggunakan pikirannya untuk "merubah" (secara harfiah) suatu wujud fisik, dalam hal ini sel pasiennya. Hal ini menguatkan gagasan dasar ilmu Noetic yaitu "Mind Over Matter".
   Selain itu, ilmu Noetic secara tidak langsung menguatkan pendapat bahwa benda, bila dilihat dari perspektif yang tepat, bisa terlihat amat bagus. Contohnya adalah percobaan Katherine Solomon. Ketika ia melihat sebuah es dengan perasaan gembira, lelehan es itu terlihat indah dan begitu pula sebaliknya. Bukankah hal ini hanyalah masalah perspektif? Saat seseorang sedang gembira, semua terlihat lebih indah dan juga sebaliknya. Kalo perkara hujan tadi gimana? Yah, logikaku nih, seseorang yang sedang bahagia tentu bisa lebih baik dalam menanggung kekecawaan, bukan begitu? Jadi, saat berpikiran positif, orang bisa melihat hujan dari perspektif yang lebih baik. Beda dengan orang yang berpikiran negatif.
   Ada satu bagian di novel itu yang menurutku menarik. Diceritakan kalo Katherine berhasil menimbang jiwa manusia dengan suatu teknik (buat lengkapnya baca sendiri yaaa). Intinya dia berhasil nimbang jiwa manusia. Tapi, pas tadi aku iseng search di Google tentang ilmu Noetic aku nemu satu artikel yang mengatakan bahwa sebenarnya ide Katherine tadi bukanlah hal baru (kalo mau jelasnya baca artikelnya ya) tapi intinya adalah menurut ilmu parapsikologi, jiwa atau kesadaran bukanlah besaran fisik. So, what do you think? Aku sih setengah percaya setengah nggak. Aku percaya kalo jiwa nggak bisa ditimbang sampe para peneliti nemuin suatu alat ukur yang bisa mengisolasi tubuh manusia dari pertukaran energi dalam bentuk apapun, karena energi sama dengan massa. Tapi aku juga setengah percaya kalo jiwa, entah kapan, bisa ditimbang. Kenapa? Karena kalo kesadaran tiap orang sama, nggak akan ada orang yang pingsan dan sebagainya. Dan, dengan begitu, jiwa seharusnya bisa ditimbang. Tapi, kan jiwa nggak berbentuk fisik? Gimana nimbangnya? Yeah, that's why I said "setengah percaya". Pengetahuanku di bidang ini minim, jadi itu tadi juga berdasarkan pemikiran logisku, berprinsip pada perkataan Rene Descartes yaitu cogito ergo sum yang artinya aku berpikir, maka aku ada ;D
   Oke, terlepas dari menimbang jiwa tadi, yang bikin aku terkesan sama ilmu Noetic adalah bahwa sesungguhnya Tuhan menghendaki kita untuk tahu, menghendaki kita untuk berilmu. Saat masih kecil, kalo aku bertanya tentang gimana caranya para Nabi dan Rasul ngelakuin mukjizat, jawabannya adalah "Wallahualam". Pas gedean dikit, saat sesuatu terjadi padaku, kaya dapet nilai jelek, dan pas ditanya aku menjawab "Wallahualam" selalu dimarahin. Katanya nilai jelek itu bisa diusahakan jadi bagus, jadi itu bukan "takdir". Akupun bingung. Kenapa para Nabi dan Rasul boleh dijawab "Wallahualam" aku nggak? Menurut yang diajarin ke aku dulu, Nabi dan Rasul itu dapet mukjizat sebagai kehendak Allah SWT. Nahlo, kalo gitu, berarti mereka mendapat kelebihan kan? Mereka nggak mempelajari cara mendapat mukjizat itu kan? Mereka tiba-tiba dapet kemampuan itu kan? Tapi, sejak tau soal ilmu Noetic, aku tau bahwa mereka nggak semata-mata dapet mukjizat. Mereka berusaha supaya bisa ngelakuin itu. Lalu kenapa Allah SWT menghendaki beliau-beliau untuk menguasai ilmu tersebut jauh sebelum orang lain? Jawabannya kembali lagi pada ajaran Islam yang kudapat selama ini, yaitu mukjizat berguna untuk menunjukkan pada umat manusia tentang kebesaran Tuhan. Lalu, kenapa Allah SWT membiarkan kita untuk tahu tentang hal itu? Karena manusia diberikan kemampuan untuk tahu, sehingga kita bisa menjadi bijaksana dan menjadi kafilah (pemimpin) di muka bumi ini.

   Referensi :
The Lost Symbol karya Dan Brown
http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/11/apakah-arti-parapsikologi.html
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=17060
http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/10/09/the-lost-symbol/
http://forum.dudung.net/index.php?topic=17863.0
http://goject.wordpress.com/2010/05/25/noetic-science-ilmu-noetic/

0 Comments:

Posting Komentar